Sabtu, 03 Oktober 2009

My Parent My Hero!

Ayah, begitu gagah perkasanya dirimu laksana gatotkaca
Berotot besi, bertulang baja
Kerja keras banting tulang untuk menghidupi keluarga
Tak kenal lelah dan pantang menyerah
Meski peluh mengguyuri badanmu, engkau tetap semangat bekerja

Ibu, kasihmu laksana sang surya yang tak pernah lelah menyinari dunia
Engaku telah mengandungku 9 bulan, menjagaku, merawatku hingga dewasa

Ayah, ibu, maafkan aku jika selama ini kurang membuatmu bahagia
Ku ingin berikan hadiah kecil dalam hidupku
Ku ingin membuatmu bangga dan menjadi orang tua yang bahagia karena memilikiku
Aku tahu, jasa dan pengorbananmu tak kan pernah terbalas oleh apapun

Kuhaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya untukmu
Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu
Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah engkau berikan kepada anak-anakmu

Ayah, ibu, salam rindu dari anakmu.

Selasa, 11 Agustus 2009

Coretan 10 September 2008, Ketika Mengawas Siswa yang sedang UTS di SMA 77 Jkt

Setiap manusia yang terlahir di muka bumi ini sudah memiliki garis takdirnya sendiri. Hidup, mati, rizki, jodoh, dll. Namun, setiap manusia diberi kebebasan untuk memilih jalannya sendiri.Hidup adalah sebuah pilihan dan setiap pilihan memiliki konsekuensi-konsekuensi tertentu. Kita harus menerima dan menjalankannya dengan penuh keikhlasan.

Manusia memiliki hak untuk meminta kepada Tuhan apa yang diinginkan, berusaha meyakini dengan sepenuh hati serta berjuang keras untuk meraihnya. Dari awal berniat, mengikuti proses sampai menerima hasilnya, maka kita harus ikhlas dan lapang dada. Jika sesuai harapan, maka bersyukurlah, namun jika berhasil, bersyukurlah dan terus introspeksi serta meningkatkan usaha, insya Allah keberhasilan akan disemai.

Ada banyak orang yang ketika menghadapi sebuah kegagalan, ia putus asa, terpuruk dan enggan berusaha lagi, namun ada juga orang yang ketika mengalami kegagalan lantas menjadi bumerang untuk lebih baik lagi dengan melejitkan segala potensi yang dimiliki untuk meraih kesuksesan. Di balik kesulitan akan ada kemudahan. Halangan, tantangan, ancaman, gangguan adalah vitamin dalam sebuah perjuangan. Tanpa itu keberhasilan yang kita capai akan terasa hampa.

Bumi selalu berputar, siang akan berganti malam, musim panas akan berganti musim hujan, tangis akan berganti tawa. Nikmatilah semua itu! Berusahalah agar tetap tenang dan tegar sekalipun menghadapi masalah yang besar, masalah sulit, karena pasti akan ada jalan keluarnya. Jika tak mampu melakukannya sendiri, mintalah bantuan dari orang yang terdekat dengan kita. Mereka akan dengan senang hati menyambut tangisan dan keluhan kita.

Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu membutuhkan orang lain, maka perbanyaklah tali silaturahmi dengan siapapun. Selain itu berusahalah menggali ilmu dari berbagai media agar kita selalu ada referensi dalam setiap langkah yang kita ambil. Bisa dengan membaca buku, mendengarkan radio, mengikuti seminar, dan lain-lain. Semuannya dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas diri. Terus memperbaiki diri dalam berbagai bidang, baik mengasah IQ, ESQ, AQ, kesehatan, dan lain-lain, sehingga menjadi pribadi yang sukses dan menyenangkan, serta dapat menikmati hidup. Setiap diri kita memiliki berbagai potensi untuk sukses, tinggal berusaha untuk mewujudkannya. Lebih baik mencoba, meskipun gagal, daripada gagal mencoba.

Dalam setiap gerak langkah senantiasa berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengetahui Segala Isi hati dan Maha Segalanya. Insya Allah akan senantiasa dalam rahmat, lindungan, dan kasih sayang-Nya, meraih cinta-Nya dengan senantiasa beriman dan bertaqwa kepada-Nya.
Salam sukses…..

Minggu, 12 Juli 2009

Dari Buku 20 Wisdom&Success by Andrie Wongso

Renungkan,,perhatikan,,praktekan,,,
Petikan kalimat ini diambil dari kisah nyata>>>>>

Memang punya tekad bukanlah segala-galanya,
tetapi tanpa tekad tidak mungkin ada segalanya.

Cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati
yang tak bisa dinilai dan digantikan oleh apapun.

Dengan mau berbagi, kita sebenarnya sudah menjadi tuan bagi diri kita sendiri.
Kita akan bisa menikmati hidup ini dengan lebih bahagia karena pancaran kebahagiaan dari orang yang kita bantu akan melipatgandakan kebahagiaan yang kita terima.

Kita dituntut untuk bekerja keras serta berjuang habis-habisan, guna mewujudkan kehidupan sukses yang kita inginkan.

Apa yang telah kita tabur, entah sengaja ataupun tidak, diingat atau dilupakan
sekarang atau suatu saat nanti, pasti akan kita petik hasilnya.
Maka, ketika kita menanam kebaikan, apapun bentuknya
Suatu saat pasti kebaikan itu akan kembali kepada kita juga.

Kualitas mental yang terpatri di dalam dirilah yang membedakan dan akan menentukan keberhasilan kita di masa depan.

Tanpa disadari terkadang kita terjebak oleh rutinitas kerja yang berpola.
Saat itu terjadi, tak jarang kita melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yakni beristirahat sejenak, mempertajam dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan spiritualitas kita.

Nurani yang bersih, budi pekerti yang luhur, daya pikir yang terasah dapat terjaga jika kita mampu menyisihkan waktu sejenak untuk mengistirahatkan jiwa dan raga kita.

Kamis, 28 Mei 2009

Takdir Tuhan

Oleh : Rosanah Murni

Tahukah engkau akan takdir dan kuasa Tuhan?

Banyak yang tidak menyadarinya, bahkan melupakannya

Dari setiap apa yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak-Nya

Tak ada yang kebetulan, kawan

Namun kita kadang salah menilai dan bergumam mengutuki Tuhan

Sungguh tidak adil!

Terlalu picik apa yang terucap itu



Tahukah kawan, Tuhan selalu berikan yang terbaik untuk setiap umatnya?

Namun kadang kita tidak mensyukurinya

Bukan itu yang kumau

Padahal itulah yang terbaik



Kita harus pandai kawan

Pandai membaca apa yang telah terjadi

Pandai mensyukuri nikmat-Nya yang tiada terkira

Jadikanlah kesabaran dan keikhlasan sebagai perisai diri

Maka hidup ini akan terasa begitu indah

HARI KEMENANGAN

Karawang, 30 September 2008

Oleh: Rosanah Murni

Bulan suci Ramadhan akan segera lepas landas

Sebulan penuh setiap muslim digodok dalam kawah candradimuka

Ketika senja berganti malam

Alunan gema takbir menghiasi

Sahut-menyahut dari satu ruang ke ruang yang lain

Atmosfer bumi menari-nari gembira menyambut hari kemenangan

Menang bagi mereka yang lulus ujian

Menang bagi mereka yang telah menemukan cinta sejati-Nya dan merasakan manisnya iman

Jagadraya terbelalak karena semua konstelasinya mengagungkan asma Allah

Gegap gempita dalam satu keyakinan

Allahuakbar …Allahuakbar… Allah Maha Besar

Kebesaran Allah menaungi semesta tak tertandingi dan tak kan terganti

Kamis, 21 Mei 2009

Sinaran Hati Fajar Pagi

Cahaya mentari menyelinap di sela-sela dedaunan
Menghangatkan tubuhku yang kedinginan
Namun tak mampu mencairkan bekunya hati

Tak ada badai ataupun salju, namun ia tetap beku
Musim hujan akan segera berlalu
Apakah ia akan tetap beku kala musim panas menyapa?

Kusembunyikan rahasia ini, di daun-daun yang berguguran, di secarik kertas yang hampir usang, ataupun di tempat-tempat tersembunyi lainnya
Kucoba tuk selalu tersenyum menatap indahnya dunia
Menghadapi realita kehidupan yang keras, dan sisa-sisa cinta pedas yang masih membekas

Tegar! Tegarlah dan terus melangkah menyongsong masa depan yang cerah
Masa lalu yang kelam biarlah, cukup jadikan pelajaran berharga
Tak perlu disesali, tak usah ditangisi, lanjutkan hidupmu!
Karena hidup untuk masa depan bukan untuk masa lalu
Kan datang seberkas sinar yang menerangi hati menuju bahagia yang hakiki, bersama-Nya selalu

Renungkanlah!

Dirimu adalah harta karun yang tak ternilai.
Dengarkanlah suara hati, peganglah prinsip karena Allah, berpikir melingkar sebelum menentukan kepentingan dan prioritas.
Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Banyaklah berpikir positif, jangan takut! Yakinlah kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan.